Artis Tenar dari Audisi mencari Bakat Di Televisi

1. Sule "Prikitiw"

Dia berasal dari Program API (Audisi Pelawak Indonesia) yang disiarkan oleh TPI (sekarang MNC TV). Nama Grupnya dulu SOS yang terdiri dari Sutrisna(Sule), Suwarna (Oni), Oding (Ogi). Dia sekarang bermain di OVJ bersama seniorannya Parto, Nunung dan Lain-lain



Nama Panggilan : Sule
Nama Asli : Entis Sutisna
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Tempat Lahir : Bandung
Tangal Lahir: 15 November 1976
Sule sendiri menikah dengan seorang wanita bernama Lina pada 1997, dan hidup dengan pas-pasan. Mereka sempat berdagang ayam goreng dan berjualan kebaya. Karena kesusahannya ini, Sule mencoba-coba peruntungan dengan mengikuti audisi lawak API di TPI.

Anak anak Sule

Sule yang memiliki dua orang anak yaitu
  1. Rizki
  2. Putri

2. T2 (Tika dan Tiwi)
T2 adalah sebuah grup duo musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 2007. Personil mereka terdiri dari Tika dan Tiwi, di mana keduanya adalah jebolan Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2005 yang bersahabat sejak SMP.



Keduanya bukanlah juara, tapi penampilan mereka cukup dikenal dan diingat publik. Tika berada di posisi kesembilan sementara Tiwi berada di posisi ketujuh. Lepas dari televisi yang melambungkan namanya itu, Tika dan Tiwi kemudian memilih bergabung menjadi duo T2. Pilihan yang cukup menantang, ketika kemudian mereka berdua merilis album yang diberi titel "OK".

Single pertamanya "OK" dibuat oleh oleh Dewiq, seorang komposer yang sedang laris manis sebagai pencipta lagu. Karakter suara T2 yang ngepop dan rada manja, tidak terlalu sulit untuk ngeblend dengan lagunya. Diluar itu ada nama Dodhy Kangen Band, yang memberikan tembang "Lelaki Cadang" dan "Brownies" juga Badai Keris Patih dengan tembang "Perjalanan". T2 juga mengemas dua lagu lawas "Surat Cinta" dan "Tua-Tua Keladi" ciptaan Oddie Agam dan Teddy Sujaya.

3.  KOTAK BAND
Berawal dari ajang Dream Band tahun 2004 silam, Kotak lahir dibidani salah seorang personel Kahitna, Doddy, yang bertindak sebagai produser. Saat itu, Doddy melakukan audisi untuk membentuk format band baru di Indonesia yang terdiri atas drummer, gitaris, bassist, dan vokalis.
Audisi tersebut cukup mendapatkan respons dari musisi remaja yang ingin mencoba peruntungannya di industri musik. Sebanyak 400 orang vokalis, 170 bassist, ratusan gitaris, dan ratusan drummer menjejali tempat audisi. Setelah melakukan audisi dengan mempertimbangkan berbagai format penilaian, terpilihlah 2 vokalis, 2 bassist, 3 gitaris, dan 2 drummer. Musisi muda terpilih itu kemudian diramu lagi menjadi dua band yaitu Kotak yang personelnya empat orang dan "Lima" yang personelnya lima orang.
Nama Kotak memiliki arti empat sisi dan empat sudut yang bersatu menjadi bangunan kotak. Hal itu menggambarkan tentang empat orang yang berbeda tetapi bersatu dalam satu wadah musik.
Formasi band Kotak saat itu bukan seperti yang ada sekarang. Formasi grup band Kotak pertama kali diisi oleh Cella (gitar), Ices (bas), Pare (vokal), dan Posan (drum). Mereka kemudian merilis album pertama berjudul "Kotak".
Pada tahun 2007, Ices dan Pare ternyata memutuskan keluar dari band. Posisi yang kosong kemudian digantikan oleh Tantri pada vokal dan Chua pada bas. Mereka kemudian merilis album keduanya berjudul "Kotak Kedua" pada tahun 2009.
Menurut Tantri, dirinya sempat canggung ketika pertama bergabung dalam band ini. "Karakter vokal Pare sudah melekat di Kotak, aku sempat bingung mau nerusin karakter Pare atau sendiri saja. Tetapi, setelah sering main bareng dan latihan, aku mutusin untuk pakai karakter sendiri," katanya.
Ternyata formasi band baru di album kedua tersebut membawa kesuksesan bagi band Kotak untuk lebih berkibar di industri musik Indonesia. Tidak hanya ring back tone (RBT) yang sudah terjual satu juta. Performa mereka yang memukau di panggung membuat Kotak laris mendapatkan tawaran tur ke berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya di bidang penjualan, berbagai trofi pun berhasil diraih grup band ini di berbagai ajang penghargaan musik. Pada Anugerah Musik Indonesia ke-12, mereka meraih penghargaan untuk kategori Solo/Duo/Grup Rock Terbaik. Album mereka "Kotak Kedua" juga diganjar penghargaan kategori Album Rock Terbaik.
Mereka juga sukses menyabet kategori Grup/Duo Pendatang Baru Terbaik versi Anugerah Planet Musik (APM) 2009. Terakhir MTV Indonesia Awards menobatkan mereka sebagai Most Favourite Breakhtrought Artist 2009.
Meskipun sukses berada di posisi saat ini, personel Kotak berharap bahwa hal itu belum merupakan puncak dari perjalanan mereka. Masih banyak mimpi yang ingin mereka raih untuk tetap eksis di industri musik. Setidaknya mereka kini telah melewati loncatan pertama mereka dari dream band menuju real band.

4. Gita KDI
Gitalis Dwi Natarina atau lebih dikenal sebagai Gita KDI (lahir di Garut, Jawa Barat, 10 Oktober 1985; umur 25 tahun) adalah penyanyi dangdut Indonesia. Namanya mulai dikenal setelah menjadi juara Kontes Dangdut TPI periode kedua.

Gita yang berzodiak Libra ini mempunyai satu orang saudara kandung, yaitu Gina dan 3 saudara tiri yaitu : Risa, Yudit, Reynald. Gita adalah putri kedua pasangan H. Sahidin Hassan S.Pd (Guru-Dosen) dengan Hj. Agis Juwiratna S.Pd.
Penampilan Gita sebagai artis KDI telah menorehkan prestasi sebagai pendatang baru tersohor ajang Anugerah Dangdut TPI 2005. Meskipun tampil dengan berjlbab namun tidak membatasi Gita untuk mempunyai karier cemerlang di dunia hiburan Indonesia.
Nama Gita menjadi kian melambung sejak ia terpilih sebagai bintang utama dalam sinetron Rindu-Rindu Asmara. Sebuah sinetron drama musikal yang diproduksi oleh salah satu production house di Indonesia, Rapi Films. Meski masih terbilang baru dalam dunia akting, namun kiprah Gita dalam bidang seni peran patut diperhitungkan.
Menanggapi animo masyarakat terhadap sinetron Rindu-Rindu Asmara maka Star Media Nusantara Talent management dan TPI, bekerja sama dengan Rapi Films serta Musica Studio telah merilis kumpulan lagu-lagu yang diambil dari soundtrack sinetron Rindu Rindu Asmara sebagai album solo pertama Gita. Sebanyak 9 buah lagu telah diluncurkan ke tengah-tengah masyarakat dalam bentuk kaset dan Compact Disc (CD). Musisi Dwiki Dharmawan pun turut digandeng dalam pembuatan album perdana ini, dengan menyumbangkan 4 buah lagu berjudul "Cinta Kau Tlah Datang", "Sampai Disini", "Cukuplah Sudah", dan "Doa" dan selebihnya 3 buah lagu dari karya cipta finalis Lomba Cipta Lagu Dangdut (LCLD) berjudul "Nestapa" (Cipt. Angga Dewangga), "Kenangan Cinta" (Cipt. M. Cicilia), dan "Bersemilah Kasih" (Cipt. Suhardi S).
Untuk menambah wawasan akademik bermusiknya, Gita kini memperdalam ilmu seni musik di Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI ) di Bandung. Selain menambah ilmu dalam bidang seni musik, Gita pun menjalani kuliahnya di UIN Bandung jurusan Dakwah dan Penyiaran Islam. Pengagum Mariah Carey, Elvi Sukaesih, Rita Sugiarto, dan Evi tamala ini bercita-cita tidak hanya ingin mahir bernyanyi namun juga ingin terampil memainkan beberapa alat musik sehingga suatu hari nanti bisa menciptakan lagu sendiri.
Gitalis Dwi Natarina pada hari rabu 2 Februari 2011 resmi dilantik menjadi anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa. Perempuan muda kelahiran 1985 ini menggantikan almarhum Cecep Syafrudin yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Kini ia diplot untuk duduk di Komisi XI DPR yang membidangi sektor kesehatan ketenagakerjaan, dan pendidikan.

5. Rini "Idol"


Biografi :

Rini Wulandari atau Rini Idol adalah bintang penyanyi muda jebolan Indonesian Idol 4 (2007). Dari SMS pendukung dan penilaian juri yang saat itu terdiri dari Indra Lesmana, Titi DJ, Anang Hermansyah dan Jamie Aditya, pada 28 Juli 2007 memutuskan Rini sebagai Idol.

Lahir di Medan, Sumatera Utara, 28 April 1990, perempuan berdarah Tionghoa ini memiliki bakat menyanyi sejak usia anak-anak. Saat masih di SLTP, Ia pernah bergabung dalam grup band Quintana, dan menjadi band pengisi di sebuah cafe di Medan.

Sukses sebagai Idol, mengantarkan Rini menjadi bintang. Beberapa kesempatan, termasuk menjadi bintang model iklan, berdatangan padanya. Bahkan Rini berkesempatan merilis album TENTANG DIA (2007).

Rini yang saat itu bersaing ketat dengan Wilson Simon Maiseka (Wilson), juga berkesempatan ikut audisi untuk bisa menjadi peserta Asian Idol. Namun dari hasil Audisi para juara Indonesian Idol, terpilih Mike sebagai wakil Indonesia.

Pertemuannya dengan Anji, personil band Drive di bulan November 2007, membuat keduanya menjadi dekat. Di awal Januari 2008, Anji dan Rini resmi menjalin kasih.

Jalinan kasih Rini dan Anji sempat putus pada pertengahan tahun 2009. Namun akhirnya sebelum bulan puasa, kedua musisi ini kembali menjalin kasih. Rumor yang menyebutkan Anji adalah ayah dari bayi yang dikandung artis Sheila Marcia, tidak mampu menyurutkan niat Rini untuk tetap menjalin kasih dengan Anji.

Dalam karir bermusiknya, Rini saat ini sedang mempersiapkan album keduanya yang bakal diluncurkan pada 2010. Saat ini ia memilih mengeluarkan single terlebih dahulu yang diberi judul Over Protektif.

6. Ki Daus
KI Daus kini menjadi tenar. Ia mulai dikenal hingga ke pelosok. Dulu ketika ia sering muncul di televisi lokal, atau pada pentas-pentas teater di Bandung, tak sampai sepopuler sekarang.

Nama Ki Daus adalah kependekan dari nama lengkapnya: Dadang Usman. Lahir di Bandung, tanggal 25 Desember (entah tahun berapa, Ki Daus tak pernah bilang). Saya sendiri baru sempat berkenalan dengannya pada tahun 2004, ketika Ki Daus menjadi salah satu pemeran naskah drama yang saya tulis: “Roh Ma Eroh”.

Kami kemudian sering bertemu dan ngobrol di Gedung Kesenian Rumentang Siang. Sosoknya memang unik. Ia datang membawa ransel besar sambil menebar senyum. Ki Daus dikenal sebagai seniman yang “lucu”, oleh karena itu ia sering diajak pada berbagai pentas yang bertemakan lawakan.Sebagai orang teater, ia menghabiskan waktunya di dunia panggung. Ayahnya adalah pendiri Lingkung Seni Dwi Murni di Bandung (1973) yang sering mementaskan Sandiwara Sunda. Pada tahun 1995, Dwi Murni dikelola oleh Ki Daus. Dari sanalah kemudian ia berjuang di panggung teater.
Pada tahun 2006, misalnya, Ki Daus membuat produksi Sandiwara Sunda yang diberi judul “Prahara Lutung Kasarung”. Pementasan teater daerah seringkali kurang mendapat respon, terutama dalam hal dana. Dan untuk menambah dana pementasan, Ki Daus kemudian menjual jaket kesayangannya.
Aksi kocaknya mulai dikenal setelah ia menjadi salah satu pemeran dalam Sandiwara Sunda Gogonjakan (Sasagon) yang ditayangkan di salah satu televisi lokal di Bandung. Sebulan sekali wajahnya menghiasi layar kaca. Meski tubuhnya kecil serta gaya bicaranya yang lemah-lembut, ia dipercaya untuk memerankan tokoh preman pada Sasagon.
Beberapa bulan lalu, Ki Daus masih terlihat di Gedung Kesenian Rumentang Siang. Saat itu ia sudah bilang bahwa akan menemani Rina (nama lengkapnya Nurina Permata Putri, mudah-mudahan informasi tentang Rina bisa segera saya posting di sini) untuk mengikuti Superstar Concer di Indosiar. Beberapa kali saya menonton aksi Ki Daus. Dan, tentu saja, karena sudah terbiasa memerankan teater Sunda, logat Sunda-nya tentu sangat kental. Ia bukan penyanyi, namun yang lugu ternyata menjadi nilai jual. Saat “berebut” Rosa dengan Ivan Gunawan, Ki Daus sempat membuat ungkapan yang ternyata menjadi populer: “Ikan hiu makan badak, I love you mendadak,” katanya.

7. Rina "Api "

Anda pasti tau kan acara opera van java kan Nah disitu ada yg jadi sinden suara-nya imut abizz,,
neh die orang-nya
Nurina Permata Putri "Rina"
 
*Nama Panggilan :
Rina, Rina Api, Rina Jurnal, Rina Sinden, Rina Dungdungtek, Neng Kardiman, Dewi Caur
*Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 16 Januari 1984
*Pendidikan :
SMA Pasundan 2 Bandung, Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, jurusan Teater
*Grup Teater yang pernah diikuti : Laskar Panggung Bandung
*Event rutin yang pernah diikuti :
- (2006) API 3 di TPI bersama grup lawaknya JURNAL (Jujun, Rina, Zenal) = Juara Pertama
- (2008) Super Star Show di INDOSIAR bersama soulmatenya Ki Daus = Runner Up I
- Super Seleb Show di INDOSIAR bersama soulmatenya Ki Daus = Juara Pertama
- (2009) Lintas Pagi Akhir Pekan di TPI = Boneka Wiki
- Empat Mata Sahur Seru = Dewi Caur & Opera Van Java = Sinden di Trans 7


Previous
Next Post »